Rumus IF di Microsoft Excel: Cara Menggunakan dan Contohnya

Rumus IF di Microsoft Excel: Cara Menggunakan dan Contohnya

92
0

Sebagai pengguna Excel, pasti kamu sudah sering mendengar tentang rumus IF, kan? Tapi, sebenarnya rumus IF Excel itu apa sih? 

Di artikel ini, kita akan membahas apa itu rumus if, cara menggunakannya, serta contoh-contohnya. Penasaran? Yuk disimak!

Apa itu Rumus IF?

IF adalah rumus Excel dasar yang digunakan untuk menguji logika suatu argumen. Jadi, kamu bisa dengan mudah membagi data ke variabel yang berbeda. Contohnya seperti “Benar” atau “Salah”.

Walau terdengar simpel, tapi sebetulnya rumus IF pada Excel bisa digunakan dengan berbagai cara lho. Di sini, kita akan membahas empat di antaranya, yaitu:

  1. Penggunaan dasar rumus IF
  2. Cara menggunakan rumus IF dengan AND
  3. Cara menggunakan rumus IF dengan OR
  4. Cara menggunakan rumus IF ganda

Yuk kita bahas satu per satu!

Cara Menggunakan Rumus IF dan Contohnya

Ada banyak cara untuk menggunakan rumus IF. Namun, berikut adalah beberapa cara yang paling sering digunakan:

1. Penggunaan Dasar Rumus IF

Cara paling sederhana untuk menggunakan rumus IF adalah dengan menggunakan rumus berikut:

=IF(Syarat;”Benar”;”Salah”)

Sebagai contoh, kamu bisa cek tabel ini:

Seperti yang kamu lihat, tabel tersebut menyortir siswa yang lulus dan tidak lulus berdasarkan nilai yang mereka dapat. 

Karena syarat untuk lulus adalah mendapat nilai lebih dari 75, maka rumus yang digunakan adalah:

=IF(E2>75;”Lulus”;”Tidak Lulus”)

Catatan: E2 adalah sel/kolom di mana nilai siswanya dicatat.

2. Cara Menggunakan Rumus IF dengan AND

Mungkin sekarang kamu penasaran, bagaimana jika syarat lulusnya lebih dari satu?

Dalam hal ini, kamu bisa mengkombinasikan rumus Excel IF dengan rumus AND.

Kombinasi ini bisa kamu gunakan jika kamu mensyaratkan bahwa siswa yang lulus harus memenuhi semua persyaratan. Jika ada satu nilai saja yang tidak memenuhi syarat, berarti siswanya tidak lulus.

Berikut adalah rumus yang bisa kamu gunakan:

=IF(AND(Syarat 1;Syarat 2);”Benar”;”Salah”)

Jika kita aplikasikan pada contoh rumus IF di atas, maka hasilnya seperti ini:

Di sini, rumus yang digunakan adalah:

=IF(AND(E2>75;F2>75);”Lulus”;”Tidak Lulus”)

Jadi, syarat bagi siswa untuk lulus adalah memiliki nilai matematika dan nilai IPA di atas 75. Itulah mengapa siswa C dan D tidak lulus. Karena walaupun nilai IPA mereka di atas 75, tapi nilai matematikanya masih belum memenuhi syarat.

3. Cara Menggunakan Rumus IF dengan OR

Selain menggunakan kombinasi IF dan AND, kamu juga bisa mengkombinasikannya dengan rumus OR. Tapi, bedanya apa ya?

Jika pada rumus AND semua siswa harus memenuhi semua persyaratan untuk bisa lulus, pada rumus OR persyaratannya justru lebih longgar. Karena, siswa bisa lulus jika memenuhi salah satu atau seluruh persyaratannya.

Oh ya, kombinasi rumus IF dan OR kurang lebih sama dengan rumus AND:

=IF(OR(Syarat 1;Syarat 2);”Benar”;”Salah”)

Mari kita aplikasikan contoh rumus IF di atas sebagai berikut:

ada kasus ini, rumus yang digunakan adalah:

=IF(OR(E2>75;F2>75);”Lulus”;”Tidak Lulus”)

Karena syarat untuk lulus adalah memenuhi salah satu atau seluruh persyaratan, di skenario ini siswa C dan D lulus. Karena, mereka memenuhi syarat melalui nilai IPA mereka.

4. Cara Menggunakan Rumus IF dengan AND dan OR

Kamu juga bisa menggunakan rumus IF dengan AND dan OR secara bersamaan. Kombinasi ini sangat berguna jika kamu ingin memberikan kriteria yang berbeda di dalam rumus yang kamu tulis.

Contohnya, misalkan kamu memutuskan bahwa siswa yang lulus adalah siswa yang memenuhi syarat berikut:

  • Memiliki nilai matematika 90 atau 95
  • Memiliki nilai IPA di atas 75

Template rumus yang bisa kamu gunakan adalah:

=IF(AND(OR(Syarat 1;Syarat 2);Syarat3)”Benar”;”Salah”)

Berdasarkan skenario di atas, maka inilah rumus yang sesuai untuk digunakan:

Di sini, rumus yang digunakan adalah:

=IF(AND(OR(D2=90,D2=95),E2>75),”LULUS”,”TIDAK LULUS”)

Siswa A, B, dan E dinyatakan lulus karena nilai Matematika mereka 90 atau 95, dan nilai IPA mereka di atas 75. Sedangkan siswa C dan D tidak dinyatakan lulus karena nilai Matematika mereka bukan 90 atau 95 (walaupun nilai IPA mereka di atas 75).

5. Cara Menggunakan Rumus IF Ganda

Selain menggunakan kombinasi rumus IF dengan OR dan AND, kamu juga bisa menggunakan rumus IF ganda untuk memasang lebih dari satu syarat.

Contoh rumus IF nya seperti ini:

=IF(Syarat 1;IF(Syarat 2;”Benar”;”Salah”);”Salah”)

Di sini, rumus (IF(Syarat 2;”Benar”;”Salah”)) berperan sebagai “Benar” dari keseluruhan rumusnya. Jadi, jika syarat 2 tidak terpenuhi, hasilnya adalah “Salah”. Begitu pula dengan syarat 1, jika tidak terpenuhi maka hasilnya akan “Salah” juga.

Mari kita coba rumusnya pada contoh di atas:

Di sini, rumus yang digunakan adalah:

=IF(E2>75;IF(F2>75;”Lulus”;”Tidak Lulus”);”Tidak Lulus”)

Itulah mengapa siswa C dan D tidak lulus. Karena walaupun mereka memenuhi syarat 2 (Nilai IPA), namun mereka tidak memenuhi syarat 1 (Nilai matematika). 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa rumus ini memiliki hasil yang sama dengan kombinasi rumus IF dan AND.

Rumus IF Kurang? Coba Belajar Data Science dan Machine Learning

Bagaimana? Penggunaan rumus IF di Excel cukup mudah, bukan? Kamu bisa menggunakan rumus ini secara sederhana atau menggunakan kombinasi. Baik dengan rumus OR dan AND, atau rumus IF ganda.

Bisa berbagai rumus Excel bisa bikin kamu kelihatan canggih di kantor. Tapi, kalau beneran mau karirmu meroket, cobain deh belajar skill artificial intelligence.

Dengan menguasai data science, kamu bisa mengolah data secara lebih terstruktur dan membuat rekomendasi yang lebih tepat untuk perusahaan. Tidak heran kalau profesi ini lagi banyak banget dicari berbagai perusahaan. Bukan cuma di Indonesia, tapi mancanegara lho!

Yuk, cek programnya sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *